Lembar Kerja Anak | Matematika | Semi-Konkret | Penambahan & Pengurangan

Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret

Setelah menguasai konsep aritmetika dengan menggunakan media konkret, anak-anak dapat beralih ke tahap semi-konkret menggunakan visualisasi objek. Pendidik dapat menggunakan lembar kerja anak TK – SD (PDF) berupa permainan matematika semi-konkret, dengan materi penambahan dan pengurangan, dalam rentang bilangan 1–20.

Namun, tidak sebatas itu. Bundel lembar kerja/worksheet anak TK/SD ini, memiliki bagian penting berupa kartu tantangan, yang berisi instruksi dan soal cerita. Dalam konteks literasi dan logika, terdapat beberapa tingkat kesulitan yang dapat pendidik sesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan anak. Dengan begitu, bundel lembar kerja ini juga dapat mengakomodasi anak-anak pada fase belajar membaca dan memahami bacaan, serta menganalisis penggunaan logika-matematika dalam mengelaborasi suatu masalah.

Secara teknis, bundel ini terdiri dari beberapa bagian yang saling terkait, sehingga harus dikelola dengan tepat untuk bisa menjadi media belajar yang utuh. Namun, Admin En tidak mencantumkan petunjuk pada halaman PDF. Karena itu, pendidik perlu membaca artikel selengkapnya, untuk mengetahui fungsi dari setiap bagian dalam buku aktivitas.

Admin En cantumkan pula keterangan dan petunjuk teknis untuk masing-masing bagian, saran pelaksanaan aktivitas, serta aneka stimulasi yang terkait dengan logika-matematika, untuk mendukung proses belajar anak.

Matematika Semi-Konkret

Terdapat beragam istilah dalam teori psikologi perkembangan, mengenai pendekatan yang digunakan dalam proses belajar manusia. Namun, secara garis besar, berdasarkan perkembangan kognitif, anak-anak dapat memahami suatu konsep melalui 4 tahap, yaitu (1) konkret, (2) semi-konkret, (3) semi-abstrak, dan (4) abstrak.

Tahap-tahap ini, disampaikan dengan istilah yang berbeda-beda, antara lain concrete-representational-abstract (CRA), concrete-pictorial-abstract (CPA), concrete-semiconcrete-abstract (dalam CSA), enaktif-ikonik-simbolik (oleh Bruner), dan sebagainya. Untuk meninjau segala teori tersebut, pendidik dapat melakukan riset mendalam melalui berbagai referensi keilmuan psikologi perkembangan atau psikologi pendidikan.

Sementara itu, dalam konteks lembar kerja anak ini, Admin En memilih istilah matematika semi-konkret, yang merujuk pada kegiatan belajar matematika, dengan menggunakan visualisasi berupa gambar sebagai representasi dari objek konkret. Dengan kata lain, media belajar ini merupakan eskalasi dari pembelajaran matematika menggunakan benda konkret.

Namun, Admin En juga memberikan kartu tantangan berisi instruksi dan soal cerita, yang dapat anak-anak selesaikan melalui visualisasi objek yang tertera. Setiap kartu tantangan, memiliki tingkat kompleksitas yang berbeda pada aspek logika dan literasi.

Berdasarkan detail tersebut, pendidik dapat memilih teknis kegiatan belajar-mengajar, yang paling sesuai kondisi dan kebutuhan setiap anak. Baca artikel pada bagian: “Teknis Pelaksanaan Kegiatan Belajar” di bagian bawah.

Dengan teknis pelaksaan yang bervariasi, pendidik bebas menggunakan bundel aktivitas ini pada berbagai jenjang. Admin En tidak ingin mematok berdasarkan usia, karena minat dan kecerdasan dominan yang unik pada masing-masing anak. Maka, ada baiknya pendidik melakukan observasi dan asesmen individu secara atentif, sebelum menggunakan lembar aktivitas ini dalam kegiatan belajar mengajar.

Lembar Kerja Anak: Matematika Semi-Konkret

Berikut ini lembar kerja anak TK – SD berisi permainan matematika semi-konkret untuk materi aritmetika (penambahan dan pengurangan), dengan eskalasi berupa instruksi dan soal cerita. Silakan klik tautan unduh (download link) di bawah gambar, untuk memperoleh lembar kerja dalam format PDF, dengan resolusi yang optimal untuk dicetak.

Ingin mendapat akses istimewa ke folder berisi 1500+ halaman aktivitas anak (lembar kerja, gambar mewarnai, dan flashcard) dalam bentuk 150+ bundel per tema/aktivitas?

Baca selengkapnya di: Pendaftaran Akses Folder.

Permainan matematika semi-konkret dengan pengayaan literasi dan logika ini terdiri dari 3 bagian utama, yaitu:

1. Halaman aktivitas

Berfungsi sebagai papan permainan untuk melakukan visualisasi objek yang akan dihitung. Terdapat 4 variasi, berupa toples, kotak cokelat, tas belanja, dan kebun bunga. Masing-masing terkait dengan bagian lepas-pasang dan kartu tantangan yang memiliki kompleksitas berbeda, sehingga dapat pendidik pilih sesuai kondisi dan kebutuhan.

  • Toples: aktivitas level pertama, dengan 10 bagian lepas-pasang berupa gambar nastar, sehingga dapat digunakan untuk belajar penambahan dan pengurangan dalam rentang 1–10.
  • Kotak cokelat: aktivitas level kedua, dengan 20 bagian lepas-pasang berupa gambar cokelat, sehingga dapat digunakan untuk belajar penambahan dan pengurangan dalam rentang 1–20. Halaman aktivitas ini juga mengakomodasi konsep 10-frame yang diadaptasi menjadi sekotak cokelat.
  • Tas belanja: aktivitas level ketiga, dengan 20 bagian lepas-pasang, yang terdiri dari 10 gambar apel dan 10 gambar mangga. Dapat digunakan untuk belajar penambahan dan pengurangan 1–10, serta perbandingan dan penjumlahan dua objek.
  • Kebun bunga: aktivitas level keempat, dengan 15 bagian lepas-pasang, yang terdiri dari 5 gambar kupu-kupu, 5 gambar capung, dan 5 gambar lebah. Dapat digunakan untuk belajar penambahan dan pengurangan 1–5, namun dengan soal yang lebih kompleks, meliputi perbandingan, sekuens, dan logika.
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Download: Toples nastar
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Download: Kotak cokelat
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Download: Tas belanja
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Download: Kebun bunga

Teknis persiapan:

Pilih halaman A, B, C, dan/atau D, sesuai kondisi dan kebutuhan anak. Kemudian, cetak halaman aktivitas dikertas tebal atau kertas biasa yang dilaminasi.

2. Bagian lepas-pasang

Berfungsi sebagai bidak permainan untuk memvisualisasikan objek yang akan dihitung. Terdapat 4 variasi, berupa nastar, cokelat, buah, dan serangga. Masing-masing terkait dengan papan permainan dan kartu tantangan yang memiliki kompleksitas berbeda, sehingga dapat pendidik pilih sesuai kondisi dan kebutuhan.

  • Nastar: untuk halaman aktivitas A, di level pertama.
  • Cokelat: untuk halaman aktivitas B, di level kedua.
  • Buah (apel dan mangga): untuk halaman aktivitas C, di level ketiga.
  • Serangga (capung, lebah, dan kupu-kupu): untuk halaman aktivitas D, di level keempat.
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Download: Bagian lepas-pasang A-B
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Download: Bagian lepas-pasang C-D

Teknis persiapan:

Cetak halaman berisi bagian lepas-pasang di atas (pada kertas tebal atau kertas biasa yang dilaminasi) yang sesuai dengan papan permainan. Kemudian, gunting setiap bagian lepas-pasang menjadi gambar-gambar yang terpisah.

3. Kartu Tantangan

Berisi pertanyaan matematika dengan instruksi atau soal cerita, yang dapat anak-anak kerjakan menggunakan visualisasi objek dari halaman aktivitas dan bagian lepas-pasang. Untuk mengakomodasi setiap jenis visualisasi, terdapat 4 kelompok kartu tantangan yang memiliki tingkat kesulitan berbeda-beda.

Pendidik dapat mencermati perbedaan tiap kartu berdasarkan objek yang disebutkan dalam teks serta simbol yang Admin En cantumkan di sebelah logo Lembarkerjaanak, yaitu:

  • Bintang, level pertama, berupa instruksi singkat dan pertanyaan sederhana.
  • Pohon, level kedua, berupa instruksi yang lebih panjang, dengan pertanyaan sederhana.
  • Bola, level ketiga, berupa instruksi singkat atau panjang, dengan pertanyaan yang lebih kompleks dan membutuhkan penalaran.
  • Daun, level keempat, berupa soal cerita, yang perlu dipahami dengan logika dan literasi, serta kemampuan untuk memecahkan masalah secara matematis.

Tantangan A – toples nastar

Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Download: Tantangan – toples nastar

Tantangan B – kotak cokelat

Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Download: Tantangan – kotak cokelat

Tantangan C – belanja buah

Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Download: Tantangan – tas belanja

Tantangan D – serangga di kebun bunga

Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Lembar kerja anak tk sd matematika penambahan pengurangan semi konkret
Download: Tantangan – serangga

Teknis persiapan:

Cetak halaman berisi kartu tantangan di atas (pada kertas tebal atau kertas biasa yang dilaminasi) sesuai dengan visualisasi objek yang akan digunakan. Kemudian, gunting setiap halaman menjadi 4 atau 6 kartu, dengan rincian tantangan sebagai berikut:

  • Toples nastar, untuk halaman aktivitas A, 30 kartu, yang terdiri dari 12 kartu bintang, 6 kartu pohon, 6 kartu bola, dan 6 kartu daun.
  • Kotak cokelat, untuk halaman aktivitas B, 30 kartu, yang terdiri dari 12 kartu bintang, 6 kartu pohon, 6 kartu bola, dan 6 kartu daun.
  • Belanja buah, untuk halaman aktivitas C, 20 kartu, yang terdiri dari 8 kartu pohon, 8 kartu bola, dan 4 kartu daun.
  • Serangga di kebun bunga, untuk halaman aktivitas D, 20 kartu, yang terdiri dari 8 kartu pohon, 4 kartu bola, dan 8 kartu daun.

***

Tahap Pelaksanaan Kegiatan Belajar

Dengan tingkat kesulitan yang bervariasi pada setiap bagian, penggunaan media belajar ini bisa sangat bervariasi. Maka, sebelum memulai kegiatan belajar, pendidik perlu menentukan level tantangan berdasarkan hasil asesmen terhadap kondisi dan kebutuhan masing-masing anak, antara lain:

  • Tingkat pertama, bagi anak-anak yang telah memahami konsep dengan pendekatan konkret, dan baru beralih ke semi-konkret. Pendidik dapat menggunakan visualisasi objek, untuk melatih korespondensi satu-satu, ordinalitas, dan/atau kardinalitas, tanpa kartu tantangan.
  • Tingkat kedua, bagi anak-anak yang berada pada tahap semi-konkret, serta tengah mempelajari operasi hitung +/-. Pendidik dapat menggunakan visualisasi objek, serta membahasakan kartu tantangan yang bertanda bintang dan/atau pohon.
  • Tingkat ketiga, bagi anak-anak yang telah menguasai tahap semi-konkret hingga semi-abstrak, serta telah memahami operasi hitung +/-, namun belum bisa membaca. Pendidik dapat menggunakan visualisasi objek, dan membahasakan kartu tantangan dengan tanda bintang, pohon, dan bola.
  • Tingkat keempat, bagi anak-anak yang telah menguasai tahap semi-konkret hingga abstrak, serta tengah belajar membaca, menulis, dan operasi hitung +/-. Pendidik bisa memberikan kartu tantangan bertanda bintang, pohon, dan bola, secara bertahap. Bebaskan anak-anak membaca, menginterpretasi, memvisualisasikan objek, dan menulis jawaban pada kartu tantangan, kemudian menjelaskan jawaban tersebut.
  • Tingkat kelima, bagi anak-anak yang telah menguasai tahap semi-konkret hingga abstrak, serta sudah mahir membaca, menulis, dan operasi hitung +/-. Pendidik dapat memberikan kartu tantangan bertanda bintang, pohon, bola, dan daun, secara bertahap. Bebaskan anak-anak membaca, menginterpretasi, memvisualisasikan objek, dan menulis jawaban berupa kalimat matematika, sesuai alur tantangan. Kemudian, minta anak menjelaskan jawaban tersebut.

Namun, tingkatan di atas hanya gambaran untuk menunjukkan fleksibilitas penggunaan bundel aktivitas. Setiap anak memiliki kondisi dan kebutuhan yang unik, sehingga pendidik perlu melakukan asesmen untuk mengenali setiap individu, sebelum melakukan kegiatan belajar menggunakan permainan matematika semi-konkret ini.

Ingin mengunduh 26 halaman di atas dalam 1 file PDF, serta ratusan bundel aktivitas lainnya? Baca selengkapnya: Akses bundel PDF per tema/aktivitas

Aspek Perkembangan

Merangkum dari penjelasan sebelumnya, berikut ini aktivitas, materi, dan stimulasi dalam permainan matematika semi-konkret, dengan lingkup penambahan dan pengurangan:

  • Mengenali gambar objek, sebagai representasi benda konkret: logika, pengetahuan.
  • Memahami konsep visualisasi objek untuk menyelesaikan operasi hitung: logika-matematika, pemahaman terhadap prosedur.
  • Menggunakan visualisasi objek dalam suatu operasi hitung: logika-matematika, pemecahan masalah, persepsi visual.
  • Membaca dan/atau memahami instruksi matematis dalam kartu tantangan: literasi, verbal-linguistik, fokus, logika-matematika.
  • Membaca dan/atau memahami soal cerita matematika dalam kartu tantangan: literasi, verbal-linguistik, logika-matematika, pemecahan masalah
  • Menuliskan jawaban dengan tepat, berupa bilangan atau kalimat matematika: rekognisi bilangan, literasi matematika, motorik halus.
  • Menyatakan argumen atas suatu jawaban: verbal-linguistik, interpersonal, daya analisis, keterampilan berpikir kritis, kepercayaan diri, pengetahuan umum.
  • Melatih fokus, konsentrasi, dan determinasi.

Saran Pengembangan Aktivitas

Agar proses belajar lebih optimal, anak-anak juga perlu melaksanakan ragam aktivitas yang terkait dengan pembelajaran matematika, terutama pada tahap semi-konkret:

  • Memahami operasi dasar aritmetika dengan penambahan dan pengurangan menggunakan gambar objek.
  • Menggambar berbagai objek dengan basis aritmetika, berdasarkan cerita yang dibuat sendiri. Misalnya, ada 2 sapi di dalam kandang, dan 3 lainnya di luar kandang.
  • Menghitung dengan kepingan puzzle geometris.
  • Membaca dengan read aloud menggunakan buku cerita bergambar, lalu menghitung objek dalam berbagai ilustrasi.
  • Pretend play dengan situasi berbelanja, warung makan, dan sebagainya, yang melibatkan aktivitas berhitung dan representasi gambar objek.
  • Menari sembari menghitung gerakan, serta mengenali pola gerakan yang dilakukan.
  • Berbagai aktivitas lain, yang dapat mendukung perkembangan setiap jenis kecerdasan majemuk (multiple intelligence), serta merayakan minat dan bakat unik setiap anak.

***

Media edukasi terkait:

Selamat bergembira!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *